Selamat datang di website GREEN Persada Enviro

Green Persada Enviro merupakan perusahaan Nasional yang bergerak di bidang jasa konsultan ling ...

Read More ...
Video Profil Company


669909
Quality, Efficiency & Sustainability is Our Commitment                                GO GREEN with US

Info

Diskusi mengenai metode revegetasi hydroseeding dengan metode konvensional


Topik ini sangat menarik sekali untuk didiskusikan, perbedaan sudut pandang adalah suatu hal yang lumrah untuk memperkaya khasanah dan pengetahuan kita bersama yang bertujuan sebagai sulusi untuk mengatasi permasalahan lingkunghan yang kita hadapi bersama, dengan satu visi dan misi untuk percepatan perbaikan lingkungan. 

Pada topik ini, kami akan menyampaikan beberapa hal yang mungkin muncul dibenak kita semua.  Akan kami sampaikan dalam bentuk tanya jawab antara perusahaan principal (pemegang izin pelaksanaan) dengan tim Green Persada Enviro.

 “Perusahaan prinsipal”  ;  Ada beberapa hal yang perlu menjadikan perhatian kita bersama, terutama kami sabagai pemegang izin pelaksanaan kegiatan tsb dimana semua kegiatan adalah harus ada payung hukumnya untuk dapat dilaksanakan dan dipertanggung jawabkan, yaitu:

Dua pekerjaan utama dalam rehabilitasi  adalah penataan lahan dan revegetasi dengan output stabil secara fisik dan biologi

 “Tim Green Persada Enviro ;  Kami sepakat bahwa dalam rehabilitasi lahan yang meliputi kegiatan penataan dan revegetasi dengan output stabil secara fisik dan biologi.  Untuk mencapai tujuan kesetabilan tersebut, teknologi hydroseeding adalah jawabannya, nutrient dari material hydroseeding akan menyerap keseluruh permukaan area yang diaplikasi, melalui peran mikroorganisme dalam material mixs akan membantu perbaikan kondisi biologi dan ekosistem disekitar tanaman. Hasil pengamatan ini telah kita lakukan, dan hasilnya hydroseeding mampu meningkatkan keragaman mikroorganisme fungsional pada area yang di hydroseeding.  sistem perakaran, keragaman kombinasi species sebagai covering area mampu memperbaiki kondisi fisik, kimia dan biologi tanah.  

Perusahaan prinsipal”  ; Di dalam peraturan perundangan kegiatan rehabilitasi diatur sedemikian rupa sehingga dilakukan evaluasi setiap tahunnya untuk keberhasilannya dan dijaminkan, khusus untuk keberhasilan kegiatan revegetasi yg dievaluasi adalah diatur jarak tanam, kesuburan, suksesi, komposisi, perawatan dari gulma  dsb; sedangkan keberhasilan dari fisik, adalah kestabilan lahan

“Tim Green Persada Enviro”; Benar sekali, kami sepakat perihal regulasi perundangan yang mengatur kegiatan rehabilitasi. pekerjaan revegeetasi yang kami sampaikan adalah revegetasi dengan menggunakan metode hydroseeding dengan tetap memperhatikan jarak tanam. dengan demikian tidak ada permasalahan untuk evaluasi yang dilakukan secara periodik baik dari sisi jarak tanam, kesuburan, suksesi, komposisi, perawatan.  Dengan metode hydroseeding justru akan meningkatkan perbaikan kesuburan tanah, diversitas, suksesi dapat tercapai hal ini dapat dipahami karea keberagaman species tanaman dari hydroseeding dari kombinasi lagume, grass yang masing masing species memiliki fungsi dan bersimbiosis mutualisme sehingga suksesi dapat mengalami percepatan.  Dan hal ini menjadi point penting dalam penilaian bagi Dep ESDM maupun Dep Kehutanan RI.

“Perusahaan prinsipal” ; Hydroseeding adalah salah satubagian  kegiatan untuk menstabilkan lahan secara biologis sebagai terobosan dari kegiatan covercroping secara konvensional

“Tim Green Persada Enviro” ; Hydroseeding tidak hanya sebagai terobosan covercroping secara konvensional, namun lebih jauh dari itu. Hydroseeding memberikan dampak besar terhadap pebaikan kondisi fisika, kimia dan biologi tanah menuju keseimbangan. Hal ini karena peran aktif mikrobia dan keragaman species tanaman yang diaplikasikan, fungsi simbiosis mutualisme dan terbentuknya siklus hara secara  alami sehingga menjamin keberlangsungan pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

“Perusahaan Prinsipal” ; Berdasarkan hal tersebut maka hydroseeding bukanlah kegiatan utama dari 2 kriteria rehabilitasi tsb tetapi hanya sebagai bagian dari proses kegiatan rehabilitasi yng merupakan pengganti penanaman covercroping secara konvensional, à yang nanti berkenbang dengan penambahan bibit tanaman kayu sebagai terobosan berikutnya

“Tim Green Persada Enviro” ; Untuk hal ini kami memiliki pandangan sebaliknya, covering area dengan revegetasi hydroseeding (cover croping) cukup menentukan keberhasilan rehabilitasi hal ini dapat dipahami karena ketersediaan hara yang cukup serta pencegahan erosi secara cepat dan percepatan pencapaian keanekaragaman hayati, dengan demikian hydroseeding merupakan langkah awal dalam prosess rehabilitasi. 

“Perusahaan Prinsipal  ; Hydroseeding belum bisa memenuhi persyaratan yang diatur dan diminta dalam perundang2an untuk keberhasilan reklamasi dan revegetasi

“Tim Green Persada Enviro” : Dengan teknology hydroseeding justru menjawab prinsip prinsip Lingkungan hidup yaitu stabilitas reklamasi dan keaneka ragaman hayati.  Hasil revegetasi bahkan memiliki manfaat ganda selain sebagai penyetabil permukaan tanah dari erosi juga bermanfaat secara sosial dan ekonomi, dengan hasil HMT (hijauan makan ternak) yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat melaui program CSR.  Hal ini akan menjadi nilai tambah bagi perusahaan pemegang izin pelaksanaan (Perusahaan Prinsipal)

Dari diskusi diatas dapat di ambil kesimpulan sebagai berikut

  1. Revegetasi merupakan pekerjaan utama yang memerlukan improvisasi dan pembaharuan untuk tercapainya percepatan perbaikan lingkungan, hydroseding hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut.
  2. Bila melihat dari fungsi dan manfaat teknology hydroseeding maka hydroseeding menjadi hal yang utama sebagai pondasi untuk keberhasilan revegetasi.
  3. Metode konvensional cukup tinggi tingkat kegagalannya, dengan demikian akan menimbulkan biaya tambahan dikemudian hari. Biaya ini akan makin berlipat dengan penurunan (degradasi) kondisi topsoil yang tererosi dan terbuka dalam kondisi yang lama sejalan dengan waktu.
  4. Dilihat dari sisi benefit dari teknology hydroseeding pemerintah mendukung aplikasi hydroseeding untuk rehabilitasi lingkungan melalui permen ESDM no 28 tahun 2009 (sub bidang 9.5. hydroseeding sebagai metode revegetasi) dan Menteri Kehutanan RI No P-4/menhut-II/2011 tentang pedoman reklamasi hutan (halaman 19 point e, hydroseeding sebagai pengendali erosi)

 

Semoga ilustrasi diksusi ini bisa menambah khasanah dan mebuka mindset kita menganai rehabilitasi lingkunan dan percepatan suksesi lingkungan.

Copyright 2008 - 2018 by greenpersada.co.id