Selamat datang di website GREEN Persada Enviro

Green Persada Enviro merupakan perusahaan Nasional yang bergerak di bidang jasa konsultan ling ...

Read More ...
Video Profil Company


669894
Quality, Efficiency & Sustainability is Our Commitment                                GO GREEN with US

Info

Hydroseeding menghadirkan perkembangan populasi mikroorganisme fungsional menuju keseimbangan


Divisi Penelitian dan Pengembangan PT.GREEN Persada Enviro bekerjasama dengan UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Peneliti                                             : DR.Ir.Fakhrur Razie,MSi dan  Kahar Priyadi,SPi,MP

 

Kegiatan reklamasi lahan pasca tambang melalui penanaman vegetasi penutup tanah yang toleran (revegetasi), pemberian mulsa dan kompos akan terjadi pencampuran bahan organik dalam tubuh tanah sehingga dapat memperbaiki sifat-sifat tanah dan menghindari terjadi genangan air dan erosi.  Bahan organik juga merupakan sumber energi yang dikonversi dari energi matahari (50-80%).  Sumber energi dapat ditransfer kembali dalam satu siklus energi jika berasosiasi mikroorganisme yang dapat mengkonversikan kembali bahan organik menjadi senyawa-senyawa sederhana atau unsur-unsur dan menginkorporasikannya dengan partikel-partikel tanah, sehingga memperbaiki sifat fisik dan kimia tanah yang dapat mendukung pertumbuhan vegetasi dan akhirnya memperbaiki ekosistem lahan.  Untuk melihat sampai seberapa jauh keberhasilan suatu kegiatan reklamasi lahan juga dapat dilihat dari aspek mikrobiologi tanahnya yaitu seberapa besar jumlah populasi dari mikroorganisme fungsional yang ditemukan pada lahan tersebut.

PT. GREEN Persada Enviro melakukan pengujian pada area revegetasi hydroseeding yang telah berusia 2,5 tahun pada areal rekonstruksi cover top soil, clay dan sand (pasir) ; pada  areal rekonstruksi clay yang ditanam dengan grass.  Pada areal tersebut telah dilakukan analisis mikroorganisme fungsional, yakni populasi mikrob penambat N2 atmosfer (free living), selulolitik dan pelarut P menggunakan metode plate counts dan Rhizobium menggunakan metode MPN (Most Probable Number) dari seri pengenceran hingga 10-5.  Selain pada bagian atas areal pada lingkungan rizosfer tanaman, juga diamati lapisan bawah (≥ 20 cm) dari setiap areal sebagai kontrol.  Hasil analisis dan gambar koloni mikroorganisme fungsional tersebut dapat dilihat pada Tabel 1 dan Gambar 1. 

 

Tabel 1.  Hasil Pengukuran mikroorganisme fungsional pada areal reklamasi

Kode 

Penambat N2

free living

Selulolitik 

Rhizobium

Pelarut P

(x 105 CFU/g)

TP-01

12,4

4,42

0,0572

0,238

TP-02

10,0

7,92

1,55

0,239

TP-control

3,92

6,29

0,0237

1,47

C-01

4,95

1,74

3,00

0,983

C-02

8,44

0,924

7,48

0,00

C-control

1,93

0,677

2,92

0,128

S-01

10,2

10,4

0,483

0,395

S-02

4,56

1,26

9,16

1,33

S-control

0,011

0,567

0,00993

0,995

 

 
mikro organisme Fungsional
 

Gambar 1.  Koloni  mikroorganisme fungsional


         Mikroorganisme fungsional pada setiap areal lahan pasca tambang menunjukan adanya perubahan setelah dilakukan kegiatan hydroseeding oleh PT. GREEN Persada Enviro (dapat dilihat pada Gambar 2).  Pada areal cover top soil (TP) terlihat dominasi mikrob selulolitik dan mikrob pelarut fosfat mengalami penurunan jumlah populasinya hingga 12% dengan meningkatnya pertumbuhan populasi penambat N2 atmosfer (free living) dari 14 hingga 40%.  Namun hanya pada areal TP-02 terlihat peningkatan jumlah populasi rhizobium hingga 8%.  Pada areal clay yang direvegetasi dengan legum (C-O2) terlihat bahwa mikrob penambat N2 atmosfer (free living) terjadi peningkatan sehingga mengurangi dominasi populasi rhizobium, bahkan terjadi penurunan pada populasi mikrob pelarut fosfat dan selulolitik.  Pada areal clay yang direvegetasi dengan jenis rumput (grass) (C-01) yang baru berumur 1 tahun terlihat seluruh populasi mikroorganisme fungsional yang diukur cenderung membentuk keseimbangan.  Keadaan ekstrim tanah pasir pada areal sand yang di dominasi oleh populasi mikrob pelarut fosfat dan selulolitik masing-masing 63% dan 36%, dengan kegiatan reklamasi lahan mampu meningkatkan populasi mikrob penambat N2 atmosfer (free living).  Mikrob ini bahkan mendominasi areal reklamasi S-02 hingga 64%.  Namun terjadi penurunan terhadap populasi mikrob pelarut fosfat hingga 61% pada areal reklamasi S-01.  Namun demikian pada areal reklamasi S-01 tersebut terlihat adanya pertumbuhan rhizobium hingga 2%.

Keberadaan mikrob-mikrob tersebut dalam tanah sangat ditentukan  oleh faktor-faktor lingkungan yang terbentuk dari pemberian kegiatan revegetasi ataupun pemberian kompos, seperti dikemukakan oleh Killham (1984) bahwa faktor yang mempengaruhi mikrob di dalam tanah antara lain adalah jenis mineral dan bahan organik sebagai sumber energi dan hara, dan keadaan lingkungan yang terbentuk dari sifat-sifat tanah seperti struktur, kandungan air tanah, aerasi, temperatur, cahaya, redoks, dan kemasaman tanah.  Pada suatu ekosistem keberadaan suatu mikroorganisme juga sangat dipengaruhi oleh keberadaan dan hubungan antar mikroorganisme baik bersifat negatif ataupun positif yang menyebabkan terjadinya perubahan populasi mikrob.  Perubahan populasi yang ditemukan pada areal reklamasi PT. GREEN Persada Enviro dapat terjadi dari dua kemungkinan, yakni karena adanya mikrob luar (foreign microbes) yang terbawa dari pupuk organik, benih tanaman ataupun air dari hydroseedling menyebabkan meningkatnya populasi mikrob lokal (indigenous microbes) yang sejenis atau sebaliknya mikroba luar (foreign microbes) menyebabkan menurunnya jumlah mikroba lokal (indigenous microbes) baik pada mikrob yang sejenis ataupun yang tidak sejenis.  Peningkatan jumlah populasi dan keragaman mikrob dalam suatu ekosistem hingga membentuk kondisi yang seimbang seperti pada areal TP-02, C-01 dan S-01 atau S-02 menunjukan potensi peningkatan dan keseimbangan nutrisi yang akan dilepaskan ke lingkungan untuk dapat dimanfaatkan oleh tanaman. 

 

 komposisi mikroba

Keterangan :

TP-01 = Cover top soil, 2,5 tahun, pH 6

TP-02 = Cover top soil, 2,5 tahun, pH 5,5-6

C-01  = Clay (grass), 1 tahun

C-02  = Clay (Nodul Verano Stylo), 2,5 tahun

S-01  = Sand, 2,5 tahun, pH 6

S-02  = PAG, 2,5 tahun, Sand,  poor soil

 Gambar 2.  Komposisi mikroorganisme pada areal reklamasi PT.Green Persada Enviro


Perubahan masing-masing mikroorganisme pada setiap areal Hydroseeding  PT. GREEN Persada Enviro dapat dilihat pada Gambar 3.  Secara umum terlihat bahwa mikroorganisme fungsional  yang ditetapkan mengalami peningkatan setelah dilakukan kegiatan Hydroseeding, kecuali pada mikrob selulolitik di areal TP01 dan pelarut fosfat  di areal TP-01, TP-02 dan S-01.  Seperti dikemukakan sebelumnya bahwa berkurang atau bertambahnya populasi mikroorganisme fungsional tertentu selain disebabkan oleh  meningkatnya populasi dari mikrob lainnya yang bersifat antagonis, tetapi juga sumber energi dan nutrisi dan kondisi lingkungan fisik dan kimia yang dapat membatasi suatu mikroorganisme. 

Keadaan sifat tanah pada bahan tanah kontrol yang rendah kandungan bahan organik menyebabkan dan mineral tanah yang telah mengalami pelapukan lanjut menyebabkan sumber energi dan hara pada tanah tersebut rendah, keadaan tanah yang bersifat masif, lekat hingga sangat lekat dengan struktur tanah blocky sangat kuat pada areal clay dan cover top crop yang menyebabkan rendahnya keadaan keadaan aerasi tanah buruk sementara struktur tanah berupa butir tunggal dan lepas  (tekstur pasir atau berpasir) pada areal sand menyebabkan rendahnya kemampuan tanah memegang air dan memiliki kecenderungan cepatnya proses infiltrasi dan permeabilitas tanah.  Keadaan-keadaan tersebut menjadi faktor pembatas untuk dapat berkembangnya populasi suatu mikroorganisme.  Sedangkan terjadinya penurunan jumlah populasi mikroorganisme tertentu pada areal cover top crop dan sand yang direvegetasi dengan grass (S-01) setelah kegiatan reklamasi, diduga lebih disebabkan oleh adanya sifat antagonis dari mikroorganisme pendatang (foreign microbes) yang berasal dari vegetasi, kompos ataupun air yang dipergunakan.

 

 populasi mikroba

Keterangan :

TP-01 = Cover top soil, 2,5 tahun, pH 6

TP-02 = Cover top soil, 2,5 tahun, pH 5,5-6

C-01  = Clay (grass), 1 tahun

C-02  = Clay (Nodul Verano Stylo), 2,5 tahun

S-01  = Sand, 2,5 tahun, pH 6

S-02  = PAG, 2,5 tahun, Sand,  poor soil

 

Gambar 3.   Perkembangan masing-masing populasi mikroorganisme fungsional pada setiap areal   reklamasi PT. GREEN Persada Enviro.

 


 KESIMPULAN


Hasil Revegetasi PT.GREEN Persada Enviro dengan Metode hydroseeding  mampu memperbaiki perkembangan populasi mikroorganisme fungsional menuju keseimbangan sehingga menunjang pertumbuhan dan perkembangan tanaman secara alami 

 

Copyright 2008 - 2018 by greenpersada.co.id